Kirim sebagai tamu
Waktu: 2026-07-29 18:57:51

JAKARTA, KOMPAS.com - Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Medan, Sumatera Utara, mulai berangsur terurai setelah PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meningkatkan distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Untuk mempercepat normalisasi distribusi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut (Sumatera bagian Utara; Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau) menambah sekitar 35 persen kapasitas armada mobil tangki beserta awaknya.
Perusahaan juga mengoptimalkan alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan melalui Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli.
Langkah tersebut mendorong penyaluran BBM ke SPBU hingga mencapai 120-125 persen dibandingkan kondisi normal.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi mengatakan, seluruh operasional Fuel Terminal Medan Group berjalan kondusif dan terus dioptimalkan selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.
Pada 14-16 Juli 2026 rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter (KL) per hari. Peningkatan penyaluran tersebut dilakukan untuk memperkuat stok BBM di tingkat SPBU sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal.
"Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga mampu mengurai antrean yang masih terjadi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/7/2026).
Sementara itu, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, kondisi stok BBM di Sumatera Utara saat ini dalam keadaan aman.
Pasokan juga terus diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.
Menurut Wahyudi, peningkatan suplai BBM hingga 120-125 persen menjadi langkah percepatan untuk mengembalikan pelayanan di SPBU ke kondisi normal.
"Kita terus meminta agar peningkatan suplai disegerakan, dari kondisi sebelumnya sebesar 112 persen menjadi 120-125 persen. Ini merupakan upaya terbaik untuk mengurai antrean di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat," ucap Wahyudi.
Berdasarkan hasil pemantauan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga pada Jumat (17/7/2026) sore, antrean di sebagian besar SPBU di Kota Medan telah berangsur normal.
"Hanya ada dua sampai tiga mobil, artinya hampir mendekati tidak ada antrean. Ini kondisi pada pukul 17.45 WIB. Kita akan terus melakukan pemantauan untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumatera Utara agar kembali normal," kata dia.
Meski demikian, BPH Migas menegaskan antrean yang sempat terjadi bukan disebabkan keterbatasan kuota BBM.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menyebut, realisasi penyaluran solar di Sumatera hingga 14 Juli 2026 masih berada di bawah rata-rata realisasi nasional.
Kondisi serupa juga terjadi pada penyaluran pertalite di Sumatera Utarasehingga persoalan yang terjadi bukan disebabkan keterbatasan kuota.
"Realisasi ini (solar dan pertalite) masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan," ungkapnya.
Menurutnya, evaluasi perlu difokuskan pada aspek operasional distribusi, termasuk memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) serta pemantauan armada distribusi secara menyeluruh agar potensi gangguan dapat diantisipasi lebih cepat.
"Kendala ini operasional, operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system (peringatan dini). Selain itu juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan," tuturnya.
Konten Terkait
Bacaan Acak
Peringkat Populer
Tautan