Kirim sebagai tamu
Waktu: 2026-07-29 17:45:42

PT Pertamina Patra Niaga mempercepat proses normalisasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara dengan mengoptimalkan operasional terminal dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) selama 24 jam.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga serta memudahkan masyarakat dalam memperoleh BBM di tengah tingginya kebutuhan.
Upaya percepatan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan BBM sekaligus merespons dinamika distribusi yang terjadi di lapangan.
Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, menjelaskan bahwa pengoperasian fasilitas selama 24 jam merupakan langkah utama untuk mempercepat penyaluran BBM ke berbagai wilayah.
Ia menyebutkan bahwa Integrated Terminal Medan Group beroperasi penuh tanpa henti, didukung oleh beberapa terminal lain yang juga menjalankan operasional serupa.
"Saat ini, stok BBM di Integrated Terminal Medan Group berada dalam kondisi aman. Untuk meningkatkan kapasitas distribusi, Pertamina Patra Niaga telah menambah armada melalui skema spot charter sebanyak 30 unit mobil tangki yang difokuskan untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU," ujar Hari, Kamis (16/7/2026) dikutip dari Antara.
Selain itu, operasional 24 jam juga diterapkan di Fuel Terminal Pematang Siantar, Fuel Terminal Kisaran, serta Integrated Terminal Lhokseumawe untuk memperkuat jaringan distribusi di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya.
Pertamina Patra Niaga tidak hanya mengandalkan operasional terminal, tetapi juga melakukan berbagai langkah penguatan distribusi secara menyeluruh. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
Pengoperasian terminal BBM selama 24 jamPenambahan 30 unit mobil tangki melalui skema spot charterPenguatan awak mobil tangki (AMT)Pengoperasian sejumlah SPBU selama 24 jam di wilayah terdampakPenguatan awak mobil tangki dilakukan bekerja sama dengan Elnusa Petrofin sebagai mitra transportasi, serta didukung oleh personel Bekang TNI guna memastikan kelancaran operasional di lapangan.
"Kami memastikan seluruh infrastruktur distribusi di wilayah Sumatera Utara bekerja secara maksimal. Operasional terminal selama 24 jam, penambahan armada mobil tangki, penguatan personel awak mobil tangki, hingga pengoperasian SPBU selama 24 jam merupakan langkah percepatan yang kami lakukan agar distribusi BBM dapat kembali normal secepat mungkin," ujarnya.
Pertamina memastikan bahwa stok BBM di wilayah Sumatera Utara berada dalam kondisi aman. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan distribusi dapat berjalan tanpa hambatan.
Selain itu, perusahaan juga menegaskan bahwa tidak terdapat aksi mogok kerja dari awak mobil tangki (AMT), sehingga operasional distribusi tetap berjalan sesuai rencana.
Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan distribusi BBM dengan memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai standar.
"Kami tidak memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran yang dapat mengganggu keandalan distribusi maupun pelayanan kepada masyarakat. Apabila terdapat personel yang terbukti tidak menjalankan prosedur operasional sesuai ketentuan, perusahaan akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku," tambah Hari.
Konten Terkait
Bacaan Acak
Peringkat Populer
Tautan